PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

CERPEN PERPISAHAN, mengisahkan perjalanan sepasang kekasi yang dicintai namun tak mencintai

        CERPEN PERPISAHAN

.                   Foto: Ilustrasi
              Oleh: Agustinus Tapon

“Mungkin memang seperti inilah takdir yang harus kita alami, dalam bentuk yang berbeda, bahagia itu bisa terasa. Bahagiamu bisa kau dapat dengan tinggalkan aku. Sedang bahagiaku sudah berlalu saat dulu ku bersamamu. Kini,bersamanya kau bisa tertawa. Sedang aku di sini masih bersahabat dengan luka.”

“ Kala ku sampai di pertengahan jalan untuk lupakan bayangmu, kini wujud nyatamu mulai hadir kembali di hadapanku. Dan tanpa kau sadari, seluruh usahaku telah kau rusak hingga ku kembali teringat pada luka yang telah kau tinggalkan sebelumnya.”

“Jika ku tengok keluar, yang ku dapati hanyalah gemuruh petir nan hujan. Sedangkan jauh dalam lubuk hatiku yang terdalam, rinduku padamu sedang bersuara lantang dan menunggu jawaban. Namun apalah daya, kini ku hanya bisa menanti waktu membawa keajaiban.”
“Meski pada akhirnya harus runtuh, sejujurnya aku juga pernah menginginkan hubungan yang utuh. Namun, pada akhirnya mata ku terbuka karena dalam pengokohan cinta, tak semudah mengedipkan mata. Yang bersarang di dalamnya adalah tentang cara menjaga rasa percaya dan saling terbuka dalam jangka waktu yang lama.”

“Sama halnya kala mencintai namun tak di cintai, hal-hal yang di kerjakan sendirian kadang akan terasa menyakitkan. Ketika seseorang telah di perjuangkan mati-matian, ternyata hasilnya hanya sebuah pengabaian.”

“Bagiku, menebas jarak penyekat diantara kita bukanlah hal yang sulit dan bisa kulakukan kapan saja.  Namun, menunggu adalah keputusan terbaik yang bisa menjadi pilihanku. Meski kuakui bahwa itu berat, aku sungguh menyukainya. Penantian ini akan terus berlanjut bahkan hingga doa-doa di tengah rinduku mengalir deras dalam hembusan udara. Dan biarlah waktu yang akan menentukan pertemuan kita.”

“Kala ku tatap betapa indahnya langit biru, mulai terbayang wajahmu dengan secercah untaian rindu. Seiring berjalannya waktu, rindu itu kian memenuhi hatiku. Namun Dengan rindu, kini semakin kurasa bahwa aku dan kamu takan bersatu selamanya (Kandas restu).

Djakarta, 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga