PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

MERINDUKANMU YANG BUKAN LAGI MILIKKU




Padamu yang masih saja kusebut kekasihku

Rindu masih saja melaju tanpa tentu
meski kenyataan adamu bukan lagi milikku

namun dinding hati masih bertuliskan namamu
Pernah kau ucap perihal cinta adalah kebahagiaan
serta rindu adalah bunga di pucuk harapan
lalu kemana kata kehilangan akan kurumahkan
sedang jejakmu tlah berlalu tanpa alasan
Dingin yang jalang mulai mencabik malam
menyayat ingatan perihal kenangan yang lebam
seorang aku masih mengagumimu dalam diam
mengurai kisah yang harusnya ku kubur dalam dalam
Mungin kita harus kembali asing
mencari jalan pulang masing masing
tanpa ada secuilpun rasa benci bergeming
sekalipun kamu pernah menjadi hal penting
Merindukanmu,
aku baru sadar akan kebodohanku
ternyata semakin aku meratapi pergimu aku semakin tak menentu 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga