PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

DATANG KE RUMAH TUHAN


      Oleh: Agustinus

          Ada salah seorang hakim asal Amerika mendapat undangan untuk berbicara di pertemuan bersama dengan pejabat-pejabat negara. Mulanya, pertemuan tersebut diadakan pada hari senin namun, karena sesuatu hal, pertemuan tersebut diundur menjadi hari rabu.
          Hakim ini lalu menuliskan sebuah surat yang berisikan permohonan maaf karena tidak bisa mengikuti pertemuan tersebut. Dalam surat tersebut, sang hakim menuliskan kalau alasan ia tidak bisa hadir adalah karena adanya janji pertemuan lainnya. Tidak banyak yang tau, ternyata pertemuan penting yang harus dihadiri oleh sang hakim adalah pertemuan rutin untuk berdoa di gereja. Setiap pejabat hukum disekitar tempat tinggalnya ini memang sudah berkomitmen untuk berdoa dan menyembah Tuhan  setiap hari rabu. Menurut sang hakim, pertemuan dengan Tuhan jauh lebih pentig dengan dibandingkan pertemuan dengan siapapun juga.
          Pernakah kita menolak ajakan dari seseorang karena sudah ada "janji" dahulu dengan Tuhan? Apakah kita  pernah menganggap kalau pertemuan dengan Tuhan itu jadi prioritas yang penting untuk didahulukan? apakah setiap minggunya, ketika kita pergi ke gereja  merupakan kegiatan yang dipandang penting, bukan sekedar kebiasaan? atau kadang kita tidak ke gereja karena adanya keperluan lain?. Dalam Mazmur Daud, ia mengungkapkan kalau dirinya bersukacita saat ada orang lain mengajak untuk datang ke rumah Tuhan atau bait suci. Mazmur 122:1b, " Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: ' Mari kita pergi ke rumah Tuhan.'
          Daud berkata kalau ketika kita di rumah Tuhan itulah ia bisa berdoa, beribadah dan menaikan pujian bagi Tuhan. Inilah seharusnya perasaan kita saat kita mendatangi gereja atau rumah Tuhan. Kita  seharusnya meluangkan waktu khusus untuk Tuhan, dan datang ke rumahNya dengan hati yang sukacita. Datang ke rumah Tuhan juga menumbuhkan iman karena kita bisa mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan oleh imam. Selain meyembah, memuji, mendengarkan firman Tuhan, pergi ke gereja juga membuat kita bisa bersekutu dengan saudara seiman.
          Datangnya sekali, dapatnya banyak, bukankah begitu?. Hal ini seharusnya menjadi suatu kesukaan buat kita sebagai orang percaya. Malah, buat kita sering malas pergi ke gereja, ingatlah kalau kita masih diberi kesempatan untuk bisa datang ke rumah Tuhan. Di luar sana, ada banyak ada banyak orang yang tidak bisa datang ke rumah Tuhan. Alasannya beragam, mulai dari sakit, pekerjaan, ketiadaan rumah ibadah, atau malah karena ibadah sendiri itu dilarang di tempat tinggal mereka.
           Bukankah sudah seharusnya kita mempergunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk datang ke rumahnya? pertemuan dengan tuhan di gereja atau tempat ibada, bisa dikatakan sebagai sebuah pertemuan yang indah, lebih dari pada pertemuan-pertemuan lainnya. Di tahun 2019 ini, mari kita lebih bergairah lagi untuk datang beribadah di rumah Tuhan. Orang Kristiani tanpa gereja adalah seperti pelajar yang tak pernah masuk sekolah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga