PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

TERSENYUM SEAKAN


Tersenyum Seakan


Langkahku semakin lelah…
Berjalan menyusuri lika dan liku kehidupan tuk menggapai suatu impian yang entah sampai kapan beraakhirnya. Rasa letih, keputusasaan kadang kala menyelinap menyusup masuk dalam perasaan perasaan….

Ahh….kutepis semua rasa itu,  dibalik diam mencoba untuk tersenyum meskipun hati terasa berat untuk diajak terenyum.

Seiring waktu berlalu berharap ada perubahan yang bisa mengubah semuanya menjadi sesuatu yang berarti. Yah hadirnyalah yang perlahan-lahan     masuk dalam kehidupaku  membuatku bisa menemukan arti sebuah kehidupan.
Betapa tidak dibalik sosok dirinya yang sempurna ada hal yang tidak bisa untuk kulupakan yaitu ketika dia tersenyum seakan dia adalah bidadariku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga