BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam usaha untuk mengakarkan iman dalam Gereja lokal hubungan atau relasi antara iman dan kebudayaan sangatlah penting. Kebudayaan diakui sebagai salah satu unsur penting dalam proses tumbuh dan berkembangnya Gereja. Konsili Vatikan II memandang kebudayaan sebagai ciri pribadi manusia, bahwa ia hanya dapat menuju kepenuhan kemanusiaannya yang sejati melalui kebudayaan, yakni dengan memelihara apa yang serba baik dan bernilai pada kodratnya. [1] Dalam pendekatan budaya Gaudium et Spes bagian dua, bab dua, artikel dua berbicara tentang berbagai kaidah untuk dengan tepat mengembangkan kebudayaan. Pembahasan mengenai pembangunan kebudayaan, meliputi situasi kebudayaan zaman modern, kaidah-kaidah yang benar dalam pembangunan kebudayaan, serta dalam merencanakan tugas-tugas umat Kristen sehubungan dengan pengembangan kebudayaan. [2] Secara khusus di dalam Gaudium et...
Di bawah naungan pohon yang rimbun, seorang ibu duduk di depan alat tenunnya. Matahari sore memancarkan sinarnya, memberi kehangatan yang samar pada kulitnya yang keriput. Namanya Ibu Helena, seorang wanita yang telah menjalani kehidupan panjang dengan keteguhan hati. Di dep annya, terbentang benang-benang warna-warni yang dia susun dengan cermat menjadi kain tenun. Setiap helai benang yang dia tarik seakan membawa kisah dari masa lalunya sampai kisah cinta, kehilangan, dan ketabahan. Sudah sebelas tahun berlalu sejak suaminya, Bapak wayo dipanggil oleh Yang Mahakuasa. Hari itu, tanggal 16 Februari 2013, menjadi hari yang mengubah hidup Ibu Helena selamanya. Bapak wayo jatuh sakit dan berhujung ke pangkuan ilahi tak lain ibu Helena bersama anak dan keluaga menerima kenyataan pahit itu. Dalam sekejap, sosok yang selama ini menjadi sandarannya pergi untuk selama-lamanya. Hati Ibu Helena remuk redam, namun dia tahu, sebagai ibu rumah tangga yang kini sendir...
Puisiku bukan tinta sunyi dari luka yang tak jadi tangis. Tiap baitnya bukan kata, reruntuhan doa tak sempat menembus langit. berjalan dengan perumpamaan, terantuk pada metafora miskin makna, mengendap di sudut halaman seperti hantu masa lalu enggan dilupakan. Puisiku bukan suara, dengung sunyi tumbuh di dada setelah gema kehilangan tuannya. Menua di antara koma dan jeda, menjadi makam bagi kata-kata yang terlalu getir untuk diucapkan terlalu jujur untuk diabaikan. Bila kau membacanya, jangan cari cahaya di sela huruf sebab puisiku hanya ingin kau mengerti bahwa gelap pun butuh rumah.
Komentar
Posting Komentar