PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

sebatas bukit tanpa harapan

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5841592140146036"
     crossorigin="anonymous"></script>


Harapan yang ku gantungkan setinggi mungkin

Kini runtuh sambil mencari daftar mimpi membelit bulan

bimbang telah datang pada nyala

langit telah tergantung suram

sebatas bukit tanpa harapan

Bangkit berjalan menelusuri

Tanah berdebu 

Barangkali kutemukan jejak perjalanan cintaku padamu kemarin

Lidahku yang terjepit, buih lenyap di laut bisu

Derap suara yang gempita cuma bertahan, meredam

Menyesal adalah kepastian yang selalu terbelakang

Bersama gemuruh cinta yang membangunkan sejuta pengampunan

Bersamamu kemilau jinggaku

Bulir linanagan ini kuakhiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga