PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Catatan Terakhir Gadis Desa

 


Foto ilustrasi 


Aku pernah terbelenggu 

dengan sebuah rasa yang menghampiriku

percaya akan ucap manis itu

yang ternyata hanyalah semu.


Aku pernah berharap

pada seorang insan yang pernah menetap

memberiku sebuah asa yang hebat

yang nyatanya hilang dalam sekejap.


Aku pernah begitu menyayangi

membuatku terlena menyikapi

yang tanpa aku sadari

ternyata menghancurkan perasaanku dengan keji.


Kini setelah semua terjadi 

barulah aku memahami

betapa bodohnya aku dikala itu

begitu saja memberimu ruang dan waktu

tanpa mengkaji terlebih dahulu

kemungkinan yang kan terjadi padaku.


Penyesalan kini tiada arti lagi bagiku

karena perih telah menghampiriku

menghuni ruang kalbuku

menggantikan asa indah yang lalu.


Agustinus Tapon 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga