PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

DIANTARA KERIKIL DAN BUIH

 


Laut ini bagaikan cermin, memantulkan senyuman dan kemarahan,  setiap ombak yang bergulung, setiap bisikan lembut angin.


Di sini, di tepi laut yang tak pernah sepi,  aku berdiri menyaksikan kebisingan yang hening, seolah-olah hidup ini penuh kontradiksi, antara kesederhanaan dan kerumitan.


Kamu, lautan, adalah cerita yang tiada habisnya, setiap ombak adalah babak baru, ada rahasia yang tersembunyi, ada kedalaman yang tak terduga.


Di malam hari kau membuat keributan, bagaikan puisi yang dibuat tanpa penulis,  menyampaikan pesan dalam bahasa yang  hanya bisa dipahami oleh hati yang penuh emosi.


Aku duduk di tepian diantara kerikil dan buih, mencoba membaca makna di balik ombak, Bagaikan orang yang mencari makna di tengah keramaian, kata-kata dalam kesunyian.


Matahari mulai terbenam di ufuk barat, melukis langit dalam nuansa emas dan merah, melukiskan gambaran cerita yang akan segera hilang.


Dan aku hanya bisa menjadi saksi di sini, bersujud di hadapan kebesaran yang tak terpahami, merasakan betapa kecilnya diriku dihadapan luasnya lautan yang berbicara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga