PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

PURNAMA HATIKU YANG RETAK

 Di bawah sinar purnama yang gemilang,

Hati ini retak, tersiksa oleh kenangan lalu.

Pernah kucintai dengan segenap jiwa,

Namun kini hanya tersisa luka dan derita.


Purnama bersinar begitu indah,

Namun hatiku terbelenggu dalam kepedihan.

Bayangmu terpatri dalam setiap sudut ruang,

Menghantui malamku, tanpa henti.


Pernahkah kau merasakan getirnya rindu?

Saat purnama menyaksikan kekosongan di hati.

Detik demi detik terasa begitu lambat,

Menyiksa, mengingatkan akan cinta yang kini sirna.


Purnama hati yang retak ini,

Menyampaikan cerita tentang cinta yang terluka.

Tiada lagi bahagia di setiap senyum,

Hanya kesedihan dan kehampaan yang menguasai.


Namun meski retak, purnama tetap bersinar,

Mengingatkan bahwa ada keindahan dalam luka.

Mungkin suatu hari, purnama akan menyembuhkan,

Hati yang kini terluka dan hampa ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga