PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

RENGGANGNYA KATA HATI

 Di antara senyap malam yang panjang,

Renggangnya kata hati terasa menyayat,

Seperti dawai yang terputus di tengah nada,

Menyisakan senyap yang menghimpit

Hening merayap, memisahkan ruang di dalam jiwa.

Seakan teriris dalam duka yang merajam

Dalam sunyi malam yang kelam

Di relung hati, luka membeku

Renggangnya kata hati tak terucap

Mengalir dalam bait puisi yang lara

Kau dan aku, terpisah oleh waktu dan jarak,

Bagaikan hujan deras yang tak kunjung reda.


Perbedaan kata, mengiris dalam diam,

Sakit hati menetes dalam pelukan sepi

Puisi ini, bukan sekadar rangkaian kata

Tapi serpihan hati yang tergores.

Seperti bayangan yang tak pernah bertemu,


Renggangnya kata hati, menggugah rindu yang terpendam.

Matahari dan bulan bertatap, namun tak seirama,

Kata-kata terlempar, terombang-ambing di lautan perbedaan,

Renggangnya kata hati, menciptakan jurang yang tak terjamah

Meski kata hati terkoyak dan tersentak,

Diiringi irama kehidupan yang tak terduga,

Kita mencoba merajut, namun langit terasa terlalu jauh,


Namun di dalamnya terbentang peluang untuk bertumbuh,

Ada ruang untuk merajut kembali benang-benang cinta,

Kita berdiri di tepi renggang ini, mencari titik temu.

Mengubah renggang menjadi 

simpul kebersamaan yang abadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga