PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

***Bayang Bayang KKN***

 


Di lembah kuasa, 
Bisikan gelap mengemuka, 
Kolusi tersembunyi 
Di balik tatapan mata. 
Tangan-tangan tersembunyi 
Merangkai janji, 
Mengikat nasib dalam jaring ilusi.

Korupsi, si hantu yang rakus dan bengis, 
Menyusup lembut dalam sela harapan. 
Ruang publik jadi panggung transaksi, 
Ketulusan dibeli dengan selembar uang.

Nepotisme, 
Benih yang merusak rasa adil, 
Koneksi menempati kursi-kursi penting. 
Darah kekerabatan menggantikan merit, 
Mengabaikan yang pantas 
Demi ikatan erat.

Diantara tembok  gedung yang megah, 
Terpancar wajah muram 
Rakyat yang tersisih. 
Ketika hukum tak lagi memihak kebenaran, 
Kita merindukan keadilan yang tulus dan terang.

Mari kita jaga, lestari nilai-nilai mulia, 
Membangun kembali dengan kejujuran yang nyata. 
Menghapus bayang-bayang yang menggelapkan hari, 
Untuk masa depan yang bersih dan berdaya.



---Disclamer---

Semoga puisi ini bisa mencerminkan pesan tentang pentingnya memerangi KKN dan mendorong transparansi serta keadilan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga