PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Mari Berlayar Bersama Kenangan

 


Mari Berlayar Bersama Kenangan

Mari berlayar bersama kenangan,
di atas gelombang rindu yang pelan,
angin membawa bisikan masa silam,
dan mentari tenggelam di pelupuk harapan.

Di dek ini, jejak kaki kita tertinggal,
tawa yang pernah berlayar tanpa gagal,
air mata jatuh jadi buih di lautan,
dan janji-janji terikat di tiang harapan.

Kapal ini saksi perjalanan hati,
menghantarkan mimpi ke ujung pelangi,
walau badai pernah mengadang jalan,
kita tetap berlayar, berpegangan tangan.

Mari kita peluk angin senja,
dengar lagu ombak yang bercerita,
tentang cinta yang tak pernah karam,
tentang kita yang selalu bersam.

Dan jika malam menutup layar,
bintang-bintang jadi lentera penawar,
memandu kita di samudra kenangan,
hingga dermaga cinta jadi tujuan.


AgustinusT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga