PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

JEJAK DI SEBERANG WAKTU


Di persimpangan pagi,
mentari mendengus lelah,
Menatap debu yang beterbangan,
tanpa arah. Luruh daun-daun tua,
gugur di pangkuan renta,
Membisikkan cerita masa,
yang tersisa di mata.

Di seberang sungai yang menggurat kelam,
Langkah tertatih, menenteng impian
yang tenggelam 

Pada tepian harapan, suara-suara lirih, Menerawang langit, merajut doa yang gigih.

Waktu renta, namun tetap setia berpacu,
Jejak-jejak renta, berlari melawan pilu.
Mendengus angin
Membawa harum perjuangan,
Luruh bukan akhir, tapi awal kebangkitan.

Debu menari di pelataran senja,
Seolah memahat kisah-kisah yang lupa.
Menenteng rasa,
menyeberang duka ke cahaya,
Pesan dari masa ke masa, abadi dalam jiwa.


AGUSTINUS TAPON

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga