PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Puisiku bukan tinta

 



Puisiku bukan tinta

sunyi dari luka yang tak jadi tangis. 

Tiap baitnya bukan kata, 

reruntuhan doa 

tak sempat menembus langit. 


berjalan dengan perumpamaan, 

terantuk pada metafora miskin makna, 

mengendap di sudut halaman 

seperti hantu masa lalu 

enggan dilupakan. 


Puisiku bukan suara, 

dengung sunyi tumbuh di dada 

setelah gema kehilangan tuannya. 


Menua di antara koma dan jeda, 

menjadi makam bagi kata-kata 

yang terlalu getir untuk diucapkan 

terlalu jujur untuk diabaikan. 


Bila kau membacanya, 

jangan cari cahaya di sela huruf

sebab puisiku hanya ingin kau mengerti 

bahwa gelap pun butuh rumah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga