Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

LANGIT TAK PERNA MENJAWAB

Gambar
  Aku berdiri sendiri Di bawah langit yang mulai membiru, warnanya tenang, tapi jiwaku hancur, serpihannya tertinggal di jejak-jejak yang tak sempat kutuliskan untukmu. Angin sore menyapa wajahku, seperti sisa bisikanmu yang dulu pernah menenangkan. Kini tinggal bayang, dan semua yang kau janjikan hanyalah gema yang tak pernah kembali. Aku menatap langit, karena hanya ia yang mau mendengarkan tanpa bertanya, tanpa menghakimi betapa lemahnya aku setelah kau pergi. Senyummu masih tinggal di mataku, tapi rasanya seperti lukisan retak yang tak bisa lagi kuperbaiki, karena semua warnanya kau bawa dalam kepergianmu yang tak pernah kupahami. Kau bilang: “Jika rindumu terlalu berat, sampaikan saja pada langit.” Tapi langit terlalu tinggi… dan aku terlalu kecil untuk didengar. Aku menulis namamu di setiap desir angin, berharap kau mendengarnya di suatu tempat mungkin saat kau tertawa dengan dia yang baru, sambil melupakan semua malam yang pernah kita bagi. Kenapa cinta harus sesakit ini? Ke...