PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

BERLEBARAN DIKALA PANDEMI COVID-19

Momen lebaran tahun di terasa "ada yang hilang" karena perayaannya di tengah pandemi COVID-19, sungguh sesuatu yang benar-benar baru bagi masyarakat indonesia yang p Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah pada Minggu (24/5) hari ini.

Rata- rata masyarakat indonesia saat ini khususnya buruh migran yang bekerja pada perusahan-perusahan swasta, harus menyambut bulan ramadan yang penuh berkah ini sendirian tanpa ada sanak saudara kerabat kenalan seperti lebaran sebelumnya.

Seorang pekerja buruh migran bernama Nurhadiawati mengaku sangat sedih bila lebaran tahun ini dirayakan sendirian, lebih menyedihkan lagi menurutnya segala Akses transportasi maupun pos jaga keluar dan masuk perusahan tempatnya bekerja ditutup dan sanak saudara yang sering bersilaturami kini hanya bisa melalui komikasi via Telpon dan WhatsApp.

Wati mengungkapkan bahwa dirinya selalu terhibur ketika menyambut lebaran, namun kali ini dirinya sendirian mendekap di kamar mess dan mejalankan ibadah sendirian, dirinya mengaku tidak ada selerah makan di lebaran kali ini.

Baginya meskipun ditengah maraknya Pandemi ini, dirinya selalu yakin dan percaya situasi ini kelak berakir dan segala kerinduan dan harapan akan terwujudkan. Asalakan kita selalu meminta perlindungan kepada yang maha kuasa dan tetap mengikuti segala himbauan pemerintah.

Mari rayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah dengan damai dan sukacita dirumah saja agar tidak tertular wabah corona ini, tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga