PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau tak pernah menangis dihadapanku akibat lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu sering kali dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...
Kilas Balik "KENANGAN"
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kini kau telah menelantarkanku di barisan yang paling terdepan, dengan pecaya diri penuh kau permainkan peran cintamu dengan penuh kepalsuan, sementara aku disini menyaksikan semuanya dengan kepolosanku yang telah kau nodahi oleh berbagai ego yang nyata.
Sempurnakan saja peranmu, biarkan aku dan kamu menjadi musuh dalam sejarah dan biarkanlah bahagiamu terlarut dalam prasangka kecilku dan bahkan kita telah menjadi selembar kenangan yang engkau tulis dan tersimpan diatas lemari berdebuh dan kumuh akibat kurangnya penengokan dan tertelan kisah, Namu mengapa engkau masih saja membenci kepergianku yang telah engkau restui sebelumnya.
Tideng pale, 5 februari 2019
G.T.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
Cerpen: Kain Tenun Rindu
Di bawah naungan pohon yang rimbun, seorang ibu duduk di depan alat tenunnya. Matahari sore memancarkan sinarnya, memberi kehangatan yang samar pada kulitnya yang keriput. Namanya Ibu Helena, seorang wanita yang telah menjalani kehidupan panjang dengan keteguhan hati. Di dep annya, terbentang benang-benang warna-warni yang dia susun dengan cermat menjadi kain tenun. Setiap helai benang yang dia tarik seakan membawa kisah dari masa lalunya sampai kisah cinta, kehilangan, dan ketabahan. Sudah sebelas tahun berlalu sejak suaminya, Bapak wayo dipanggil oleh Yang Mahakuasa. Hari itu, tanggal 16 Februari 2013, menjadi hari yang mengubah hidup Ibu Helena selamanya. Bapak wayo jatuh sakit dan berhujung ke pangkuan ilahi tak lain ibu Helena bersama anak dan keluaga menerima kenyataan pahit itu. Dalam sekejap, sosok yang selama ini menjadi sandarannya pergi untuk selama-lamanya. Hati Ibu Helena remuk redam, namun dia tahu, sebagai ibu rumah tangga yang kini sendir...
RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam usaha untuk mengakarkan iman dalam Gereja lokal hubungan atau relasi antara iman dan kebudayaan sangatlah penting. Kebudayaan diakui sebagai salah satu unsur penting dalam proses tumbuh dan berkembangnya Gereja. Konsili Vatikan II memandang kebudayaan sebagai ciri pribadi manusia, bahwa ia hanya dapat menuju kepenuhan kemanusiaannya yang sejati melalui kebudayaan, yakni dengan memelihara apa yang serba baik dan bernilai pada kodratnya. [1] Dalam pendekatan budaya Gaudium et Spes bagian dua, bab dua, artikel dua berbicara tentang berbagai kaidah untuk dengan tepat mengembangkan kebudayaan. Pembahasan mengenai pembangunan kebudayaan, meliputi situasi kebudayaan zaman modern, kaidah-kaidah yang benar dalam pembangunan kebudayaan, serta dalam merencanakan tugas-tugas umat Kristen sehubungan dengan pengembangan kebudayaan. [2] Secara khusus di dalam Gaudium et...
Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga
Foto: Sr. Hironima Tidak ada yang benar-benar tahu betapa berat hidup yang ia pikul, kecuali Tuhan… dan hatinya sendiri. Sejak kecil ia belajar bahwa bahagia kadang harus disimpan dalam diam, dan luka kadang harus ditelan seorang diri agar ibu tidak khawatir, agar adiknya tetap tersenyum dengan caranya yang polos. Ia tumbuh bukan dengan kemewahan, melainkan dengan doanya ibunya yang mengeras seperti tiang menahan rumah yang hampir roboh. Dan dia anak perempuan itu… memilih menjadi suster, karena ia ingin hidupnya menjadi jawaban dari doa-doa yang dulu ibunya ucapkan dalam gelap, sambil menahan tangis. Lalu ia masuk kuliah, di saat banyak orang menyerah karena hidup tak memihak. Ia bertahan, meski kadang harus memilih antara makan atau ongkos, antara tidur atau menyelesaikan tugas, antara menangis atau pura-pura kuat. Ia selalu memilih kuat, Meski hatinya retak. Pernah suatu malam, Saat semua orang tidur, ia ...
Komentar
Posting Komentar