PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Kilas Balik "KENANGAN"


Kini kau telah menelantarkanku di barisan yang paling terdepan, dengan pecaya diri penuh kau permainkan peran cintamu dengan penuh kepalsuan, sementara aku disini menyaksikan semuanya dengan kepolosanku yang telah kau nodahi oleh berbagai ego yang nyata.

Sempurnakan saja peranmu, biarkan aku dan kamu menjadi musuh dalam sejarah dan biarkanlah bahagiamu terlarut dalam prasangka kecilku dan bahkan kita telah menjadi selembar kenangan yang engkau tulis dan tersimpan diatas lemari berdebuh dan kumuh akibat kurangnya penengokan dan tertelan kisah, Namu mengapa engkau masih saja membenci kepergianku yang telah engkau restui sebelumnya.

Tideng pale, 5 februari 2019

G.T. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga