PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

HARGA DIRI


Batu bara yang hitam pekat,
terpendam dalam bumi berabad-abad,
ditambang, disaring, dihargai tinggi,
bukan kaleng-kaleng, bukan sekadar debu di tepi.

Lantas bagaimana dengan dirimu,
putih mulus bak rembulan penuh,
bodi aduhay memikat kalbu,
masa cuma dua ratus ribu?

Bukan harga yang ingin kubahas,
tapi nilai yang tak bisa dibayar tuntas,
sebab cinta bukan soal angka,
melainkan api yang menyala dalam jiwa.

Dan bila nanti kucari jawabnya,
kuselami hingga ke dasarnya,
bukan sekadar korek membara,
tapi cahaya yang takkan sirna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga