PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Bayangan di Ujung Senja

 


Di ujung senja yang perlahan redup,

Bayangmu hadir tanpa permisi,

Seperti luka lama yang tak kunjung sembuh,

Mengendap di ruang hati paling sunyi.


Langkah-langkahku terpaku diam,

Menghitung detik yang kau bawa pergi,

Sementara cahaya memudar pelan-pelan,

Menyisakan rindu yang tak pernah habis.


Kau bagai bayangan yang tak bisa kuraih,

Dekat namun selalu menjauh,

Ada namun selalu samar,

Hadir namun tak pernah utuh.


Aku menunggu di batas senja,

Tempat janji-janji hilang tak bersisa,

Mungkin esok kau tetap bayangan,

Atau hanya ilusi yang kian sirna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga