PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Berkebun dan Berbuah



Di masa pandemi ini banyak orang yang mempunyai kegiatan berkebun. Saya membaca sebuah buku tentang berkebun dan memperoleh sebuah nasihat yang bagus, "Untuk mendapat hasil yang baik, rawatlah tanahnya, dan tidak perlu khawatir dengan tanamannya."Jika tanahnya bagus, setiap benih yang ditanam pasti berakar dan bertumbuh.

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."
(Lukas 8:15)

Kita tidak dapat membuat diri kita sendiri bertumbuh, sebagaimana kita tidak dapat memaksakan pertumbuhan benih dikebun kita. Namun kita dapat memelihara dan memupuk tanahnya agar menjadi tanah yang baik, dengan menjaga hati kita tetap terbuka untuk mendengar dan mau taat melakukan firmanNya, maka akhirnya kitapun akan menghasilkan buah kebenaran.

Tuhan Bersamamu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga