PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Pemuja Jiwa Laksana Lentera🌴



         Patricia Yuningsi Ekaswati

Kepadamu, 
Hati bagai,
Sumber mata air, 
Jiwa laksana Lentera. 
Endapkan lara. 
Taukah Engkau...?
Kesunyian paling menyiksa
adalah menulismu,
Yang mungkin,
Tak pernah bersimpati. 

Kerinduan paling menderita
adalah mengharapkanmu,
Yang mungkin,
Tak pernah menyadarinya. 
Kebodohan paling menyebalkan
adalah menyimpan rasa besar ini, 
Hingga membunuhku
secara perlahan. 

Kekalahan paling memalukan
adalah terjebak dalam 
Kesalahpahaman rasa,
Hingga berujung pahit. Pedih. 
Rindu,
Tak seimbang. 
Lantas aku harus 
bagaimana...?

Ketika semua,
Telah terlanjur larut.
Terlena dalam dekapan 
sandiwara paling sial sedunia.

Ah...Entahlah... 
Mungkin aku harus belajar
Merelakan...
Mencintai yang mungkin
Tak akan pernah nyata.
Merindukan yang mungkin
Tak akan pernah ada...

Hingga,
Doa-doa panjang tanpa jedah,
menanti keajaiban semesta. 
Melayangkan harapan besar,
untuk anugerah sedemikian itu... 
Dan, 
Pada batas ini, 
Jika aku harus jujur,
Aku sedang sekarat...
Sekarat, Karna tak bisa menghapus
Jejakmu dari pikiranku.

Dan.....
Andai aku punya kuasa,
Untuk memutar waktu atau
Kembali awal semula. 
Aku akan lebih memilih
Untuk meniadakan cerita 
bersamamu...Itu saja. 

Tapi...... 
Ah.... Entahlah... 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga