PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

28 April 2024

 


Di bawah cahaya rembulan yang berseri,

Kita mulai perjalanan menuju halal yang terpatri.

Langkah pertama, berdoa kepada Sang Pencipta,

Agar setiap langkah selalu dalam ridha-Nya.


Kita temukan cinta dalam redaksi-Nya,

Dalam setiap ayat, dalam setiap doa.

Tiap detik, menguatkan ikatan di antara,

Memahami dan menghormati, cinta terpancar.


Dalam bimbingan-Nya, kita menelusuri,

Jalan menuju kebahagiaan yang abadi.

Bersama membangun, saling menyemangati,

Mengarungi lautan cinta, penuh keikhlasan.


Setiap ujian, jadi penguat tali cinta,

Melalui kesabaran dan pengertian yang tulus.

Menuju pintu halal yang dibuka-Nya,

Kita bersama-sama, dengan penuh keyakinan.


Oh, istri tercinta, engkau hadir dalam doa,

Untuk kebahagiaan abadi, dalam redaksi-Nya.

Kita menjalani perjalanan dengan penuh cinta,

Menuju halal yang terjaga, di atas ridha-Nya.


Valeryaku28 

Fancess

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga