PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Cahaya di Hatiku


Ketika pagi menyapa dunia,
Kulihat senyum manismu, oh sayangku,
Kau adalah sinar, cahaya dalam hidupku,
Istriku tercinta, kau anugerahku.
Kau dan anak kita, bintang di langit malam,
Cinta yang tak pernah padam, selamanya bersinar terang,


Dalam pelukan hangatmu, aku menemukan,
Rumah yang sejati, di dalam hati ini.
Anakku tersayang, pelita hatiku,
Tawa riangmu, hibur setiap langkahku,
Dengan langkah kecilmu, kau ajari aku,
Arti kebahagiaan, dalam sederhana.
Kau dan anak kita, bintang di langit malam,
Cinta yang tak pernah padam, selamanya bersinar terang,


Dalam pelukan hangatmu, aku menemukan,
Rumah yang sejati, di dalam hati ini
Melalui suka dan duka, kita tetap bersama,
Takkan pernah kulepas, janji yang kita ucapkan,
Di hadapan Tuhan, kau dan aku bersatu,
Bersama anak kita, cinta yang abadi.
Kau dan anak kita, bintang di langit malam,
Cinta yang tak pernah padam, selamanya bersinar terang,

 
Dalam pelukan hangatmu, aku menemukan,
Rumah yang sejati, di dalam hati ini.
Istri dan anakku, kalianlah segalanya,
Dalam tiap detak jantung, kalianlah iramanya,
Bersama kalian, hidup ini sempurna,
Aku bersyukur selalu, untuk cinta kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga