PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

BILA MALAM DAPAT BERCERITA

 


Di bawah rembulan yang bersinar gemilang,  

Bila malam dapat bercerita,  

Aku duduk termenung di tepi jendela,  

Meratapi kepergianmu yang mendalam.


Kisah kita terpintal dalam cahaya bulan,  

Seperti benang emas yang tak terputus,  

Namun kini waktu telah memisahkan,  

Rasa ini terasa seperti hujan yang tak kunjung reda.


Bila malam dapat bercerita,  

Aku mendengar bisikan-bisikan kenangan,  

Cinta yang kita rawat dengan penuh kasih,  

Kini hanya tinggal dalam bayang-bayang.


Di setiap senja yang menggelap,  

Aku merindukan sentuhan hangatmu,  

Pelukan yang pernah kita bagi bersama,  

Kini tinggal kenangan dalam sunyi.


Bila malam dapat bercerita,  

Aku merenungkan tentang kita,  

Bagaimana cinta bisa seindah bintang-bintang,  

Namun juga bisa berakhir dalam gelap.


Terima kasih untuk semua yang telah kita bagi,  

Terima kasih untuk cinta yang kita perjuangkan,  

Meski kini kita harus berjalan sendiri,  

Namun kenangan kita akan tetap abadi.


Bila malam dapat bercerita,  

Biarkan air mata ini jadi saksi,  

Bahwa cinta ini tak pernah mati,  

Meski perpisahan melanda hati.


Di ujung malam yang sunyi,  

Aku mengucap selamat tinggal,  

Namun dalam hati, kau akan tetap ada,  

Dalam setiap cerita malam yang hadir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

RELASI IMAN DAN KEBUDAYAAN DALAM TERANG DOKUMEN KONSILI VATIKAN II GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 57

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga