PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

HUJAN MALAM INI

           Hujan Malam Ini

Malam ini hujan turun lagi,
bukan deras, cuma rintik yang sabar,
kayak aku, yang sabar nunggu kabar kamu.

Lampu kamar temaram,
kopi udah dingin,
tapi pikiranku masih anget,
masih tentang kamu.

Kamu bilang suka hujan,
karena hujan jujur,
datang tanpa malu-malu,
pergi tanpa janji palsu.

Kalau begitu,
biar aku jadi hujannya,
yang datang tiap kamu butuh,
yang nggak pernah maksa buat dicinta,
tapi selalu ada.

Di luar hujan masih turun,
di sini aku masih nulis namamu,
di antara jeda rintik dan rindu.

AgustinusT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Kain Tenun Rindu

Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga

Puisiku bukan tinta