Di Antara Doa, Air Mata, dan Toga
Foto: Sr. Hironima Tidak ada yang benar-benar tahu betapa berat hidup yang ia pikul, kecuali Tuhan… dan hatinya sendiri. Sejak kecil ia belajar bahwa bahagia kadang harus disimpan dalam diam, dan luka kadang harus ditelan seorang diri agar ibu tidak khawatir, agar adiknya tetap tersenyum dengan caranya yang polos. Ia tumbuh bukan dengan kemewahan, melainkan dengan doanya ibunya yang mengeras seperti tiang menahan rumah yang hampir roboh. Dan dia anak perempuan itu… memilih menjadi suster, karena ia ingin hidupnya menjadi jawaban dari doa-doa yang dulu ibunya ucapkan dalam gelap, sambil menahan tangis. Lalu ia masuk kuliah, di saat banyak orang menyerah karena hidup tak memihak. Ia bertahan, meski kadang harus memilih antara makan atau ongkos, antara tidur atau menyelesaikan tugas, antara menangis atau pura-pura kuat. Ia selalu memilih kuat, Meski hatinya retak. Pernah suatu malam, Saat semua orang tidur, ia ...