Puisiku bukan tinta
Puisiku bukan tinta sunyi dari luka yang tak jadi tangis. Tiap baitnya bukan kata, reruntuhan doa tak sempat menembus langit. berjalan dengan perumpamaan, terantuk pada metafora miskin makna, mengendap di sudut halaman seperti hantu masa lalu enggan dilupakan. Puisiku bukan suara, dengung sunyi tumbuh di dada setelah gema kehilangan tuannya. Menua di antara koma dan jeda, menjadi makam bagi kata-kata yang terlalu getir untuk diucapkan terlalu jujur untuk diabaikan. Bila kau membacanya, jangan cari cahaya di sela huruf sebab puisiku hanya ingin kau mengerti bahwa gelap pun butuh rumah.