Postingan

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN

PELUH PEJUANG KEBAHAGIAAN Dady,,,, Meskipun engkau  tak pernah menangis dihadapanku akibat  lelah ataupun letih dalam bekerja, namun ku tau air matamu engkau teteskan saat aku tak berada didekatmu. Sering kali aku melihat seorang istri memarahi suaminya karena sang suami tak mampu memenuhi keinginannya. Sering kali juga kumelihat seorang anak berbicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak mampu membelikan apa yang disukainya. Kepala keluarga mana yang tak  menginginkan keluarganya bahagia. Sebelum engkau memarahinya, lihatlah dan renungkan apa yang telah dilakukan olehnya. Betapa jeri payahnya kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak istrinya agar bahagia. Sadrkah dirimu jikalau suamimu atau ayahmu  sering kali  dicaci maki, dihujat majikannya atau pimpinannya tempatnya bekerja?. Taukah dirimu kalau suamimu atau ayahmu mungkin  mendapatkan cemooan atau kata-kata kasar di luar sana.? Taukah dirimu mungkin suamimu atau ayahmu bahkan baru s...

Jika Suatu Hari Kau Lelah, Nak

Gambar
 Jika Suatu Hari Kau Lelah, Nak Jika suatu hari kau lelah, Nak, dan langkahmu terasa berat  Meski jalan tak menanjak, berhentilah sejenak. Duduklah di sudut sunyi  Yang kau percaya, pejamkan mata,  Dengarkan suara hatimu yang mungkin telah lama  Kau bisukan demi mengejar dunia. Jika suatu hari kau lelah, bukan karena kurang kuat, tapi karena terlalu lama menahan segalanya sendiri. Tak apa menangis, air mata bukan tanda rapuh, melainkan bukti  Bahwa kau masih punya hati Yang belum mati oleh kerasnya hidup. Ketika dunia menuntutmu  Jadi kuat tanpa celah, Ingatlah, bahkan gunung pun tak selalu tegak Ia dilanda hujan, longsor, badai, Namun tetap berdiri, meski dengan luka. Begitu pula dirimu, Nak. Kau tak harus sempurna Untuk tetap berharga. Jika suatu hari kau lelah, Dan pertanyaan tentang hidup menyesakkan dada, Ingat: tak semua jawaban harus kau temukan hari ini. Ada hal-hal yang Tuhan simpan rapi, Agar kau belajar sabar, Dan mengerti bahwa waktu pun bi...

Kurang dari Angka Tiga

HARGA DIRI

Gambar
Batu bara yang hitam pekat, terpendam dalam bumi berabad-abad, ditambang, disaring, dihargai tinggi, bukan kaleng-kaleng, bukan sekadar debu di tepi. Lantas bagaimana dengan dirimu, putih mulus bak rembulan penuh, bodi aduhay memikat kalbu, masa cuma dua ratus ribu? Bukan harga yang ingin kubahas, tapi nilai yang tak bisa dibayar tuntas, sebab cinta bukan soal angka, melainkan api yang menyala dalam jiwa. Dan bila nanti kucari jawabnya, kuselami hingga ke dasarnya, bukan sekadar korek membara, tapi cahaya yang takkan sirna.

cahaya di temaram senja

Gambar
Waktu berbuka tiba, Takjil tersaji di meja, Indah senyummu buat hati terpesona. Bukan hanya manis kurma yang kurasa, Tapi hadirmu yang selalu membuat bahagia. Di setiap suapan penuh doa, Semoga kita selalu bersama. Bulan Ramadhan saksi cinta kita, Berkahnya mengikat hati selamanya. Matamu bercahaya di temaram senja, Sehangat cahaya yang redup di jendela. Kau bukan sekadar takjil pemanis rasa, Tapi pelengkap hidup, Anugerah yang nyata. Dalam sujudku kusebut namamu, Memohon restu dalam rindu yang syahdu. Semoga cinta ini kekal abadi, Seperti Ramadhan yang selalu dinanti. aguatinusT

Sampai Hati Kau Lupa

Gambar
  Aku ingat setiap detik yang kita lalui, tawa kecil di ujung senja, janji yang kau bisikkan pelan, katamu, Aku takakan pernah sendirian. Tapi lihatlah kini, kau berjalan tanpa menoleh, tanpa jejak, tanpa pesan, seolah aku hanya kabut di pagi hujan. Sampai hati kau lupa,tentang tangan  Yang dulu kau genggam erat, Tentang rindu yang kau janjikan  Tak akan pudar, Tentang aku, yang kau sebut rumah. Tak apa, biar waktu yang menghapus, Biar angin membawa namamu pergi, Aku hanya ingin bertanya sekali ini, Sampai hati kau lupa…  Apakah aku pernah berarti? Agustinus T

Mari Berlayar Bersama Kenangan

Gambar
  Mari Berlayar Bersama Kenangan Mari berlayar bersama kenangan, di atas gelombang rindu yang pelan, angin membawa bisikan masa silam, dan mentari tenggelam di pelupuk harapan. Di dek ini, jejak kaki kita tertinggal, tawa yang pernah berlayar tanpa gagal, air mata jatuh jadi buih di lautan, dan janji-janji terikat di tiang harapan. Kapal ini saksi perjalanan hati, menghantarkan mimpi ke ujung pelangi, walau badai pernah mengadang jalan, kita tetap berlayar, berpegangan tangan. Mari kita peluk angin senja, dengar lagu ombak yang bercerita, tentang cinta yang tak pernah karam, tentang kita yang selalu bersam. Dan jika malam menutup layar, bintang-bintang jadi lentera penawar, memandu kita di samudra kenangan, hingga dermaga cinta jadi tujuan. AgustinusT

Cahaya di Tengah Gelap

Gambar
Cintia berdiri di tepi jalan, tubuhnya gemetar di bawah guyuran hujan malam. Jakarta tak pernah tidur, tapi bagi Cintia, kota ini adalah labirin tanpa jalan keluar. Matanya yang dulu berbinar kini redup, tersisa bayangan luka dan pengkhianatan. Masih terbayang jelas kejadian itu. Bayu tergeletak tak bernyawa, darah menggenang di lantai, dan sebelum sempat memeluk tubuh suaminya yang dingin, tuduhan sudah melayang. "Ini pasti karena dia!" bisik-bisik penuh kebencian mengiringi kepergiannya dari rumah yang pernah menjadi surga. Di Jakarta, ia belajar bertahan. Pekerjaan yang datang tak selalu baik, tapi ia tak punya pilihan. Sampai suatu malam, di sebuah kafe remang, Adrian mendekatinya. Pria itu tak seperti pelanggan lain — matanya tak menghakimi. “Kamu nggak seharusnya di sini,” kata Adrian lembut. Cintia menahan air matanya. “Aku nggak punya tempat lain.” Adrian tersenyum samar. “Aku juga pernah berpikir begitu. Tapi kita selalu punya pilihan.” Hari demi hari, Adrian menjadi...

"Sebatang Karang di Rantau"

Gambar
            "Sebatang Karang di Rantau" Aku adalah sebatang karang Tegak sendiri di tengah samudra yang garang Diterpa angin rindu, dihantam ombak sepi Tapi tak jua aku goyah, tak jua aku lari Jauh dari tanah tempat aku berakar Dari pelukan ibu yang hangat mengakar Dari tatapan ayah yang diam namun tegar Dari tawa saudara yang kini jadi kenangan yang mekar Di rantau, aku belajar menjadi kuat Menjadi rumah bagi diriku yang penat Menjadi pelipur bagi hati yang terikat Pada bayang-bayang masa lalu yang lekat Malam-malam panjang menjadi sahabat Sepi menjadi bahasa yang amat lekat Tapi aku tahu, ini jalan yang kupilih Meski sendiri, aku takkan letih Karena suatu saat, di ujung perjalanan ini Aku akan pulang, membawa mimpi Dengan dada yang lapang dan hati yang berani Menjadi bukti bahwa sebatang karang pun bisa berdiri Aku di sini, di tanah yang asing namun menantang Menggenggam harapan, menantang gelombang Sebab meski sebatang karang nampak sendiri Ia adalah kek...

KUPU KUPU MELAYANG

Gambar
                Kupu-Kupu Melayang Langit sore berwarna jingga saat Anggia duduk di balkon apartemennya, memandangi hiruk-pikuk kota yang perlahan mereda. Di tangannya, segelas wine merah berputar perlahan, sementara angin lembut mengelus kulitnya. Ia baru saja pulang dari pertemuan bisnis yang melelahkan, tapi pikirannya masih tertahan pada sesuatu yang lebih menggoda atau lebih tepatnya, seseorang. Nathan. Pria itu seperti kupu-kupu yang melayang di sekitarnya—indah, memikat, tapi sulit ditangkap. Mereka pertama kali bertemu di sebuah galeri seni dua bulan lalu. Mata Nathan yang tajam, senyum misteriusnya, dan cara bicaranya yang tenang tapi berbahaya membuat Anggia merasa tertarik. Ada sesuatu tentang pria itu yang membuatnya ingin lebih dekat, lebih jauh, lebih dalam. Suara ketukan di pintu mengganggu lamunannya. Anggia meletakkan gelasnya dan berjalan ke pintu. Saat membukanya, ia menemukan Nathan berdiri di sana, mengenakan kemeja putih deng...

Kepadamu, yang Selalu Kudengar

Gambar
           Valerya_Istri Tersayang Angin berbisik, membawakan namamu, seperti lagu rahasia yang hanya aku tahu. Matahari menyapa lembut setiap pagi, mengirim hangat rinduku yang tak pernah mati. Bintang-bintang berkelip di malam pekat, seolah mata mereka turut menatap, menyimpan setiap kenangan kita yang terpahat, pada langit yang luas, tiada bertepi, tiada tamat. Daun-daun berguguran menuliskan cerita, tentang cinta kita yang tak kenal lelah bertumbuh. Ombak pun menyapu bibir pantai dengan lembutnya, seperti hatiku yang merindukanmu selalu. Dan setiap kali hujan menari di atas bumi, rintik-rintiknya mengucap pesan, bahwa meski jauh, aku tak pernah pergi, karena di setiap hembus, kau adalah tujuan.